Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
05 Oktober 2011
Angklung Plus Apple = Tra-Digi
Angklung yang telah menjadi warisan budaya dunia digabungkan dengan iPod pada Festival Bambu Nusantara 5 yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Angklung yang disebut dengan Tra-Digi ini menggunakan perangkat lunak dari Apple agar bisa menimbulkan bunyi.
"Pengembangan teknologi ini bermula pada tahun 2009 di mana musik digital sedang meledak. Hasim Ghozali lah yang menciptakan teknologi ini," kata Herman Susanto dari Made in Indonesia yang menaungi Tra-Digi. "Saat itu, pak Hasim berpikir bukan hanya alat modern saja yang bisa didigitalisasi, tapi tradisional pun bisa," ungkap Herman saat ditemui di Festival Bambu Nusantara 5, Sabtu (1/10) kemarin.
Hasim sudah menciptakan sepuluh Tra-Digi hingga sekarang dan tersebar di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat, Tra-Digi sudah masuk Musical Instrumen Museum (MIM). Selain itu, Tra-Digi juga sudah memasuki negara tirai bambu, Cina. Sisanya, tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
"Tra-Digi menggunakan perangkat lunak dari apple. Anklung-anklung tersebut diwadahi oleh sebuah peti yang menggunakan ukiran dari Jepara. Di dalam peti tersimpan perangkat lunak yang diprogram untuk menggetarkan angklung," jelas Herman. Tra-Digi bisa memainkan lagu-lagu yang berformat midi atau DVD, lagu yang berformat MP3 atau MP4 tidak bisa dimainkan.
Sekarang, Made In Indonesia sedang mengembangkan Tra-Digi versi kecil. "Sekarang masih hanya untuk pameran, karena alat ini masih cukup besar. Dan kami sekarang sedang fokus untuk menghasilkan versi kecilnya," tambahnya.
sumber: national geographic indonesia
02 Agustus 2011
Aplikasi iPad: Rhythm Guitar, Bisa Diajak Klasik Hingga Nge-rock
iTunes menawarkan beragam aplikasi musik yang bisa dimainkan di iPad. Namun satu yang mungkin bisa dijajal adalah Rhythm Guitar, yang coba menawarkan pengalaman baru bermain gitar di atas layar lebar sebuah tablet PC.
Aplikasi ini sendiri merupakan besutan PT. Global Dinamika Informatika. Dilihat sekilas, aplikasi ini memiliki sejumlah fitur yang bisa dioptimalkan pengguna untuk berkreasi memadupadankan kunci lagu.
Di bagian kiri layar terdapat tombol-tombol kunci lagu, volume hingga fitur untuk menyetel ketegangan senar gitar. Cara kerjanya hampir sama dengan gitar aslinya, stem senar bisa dilakukan dari akses ini. Mau distem lebih tinggi atau rendah.
Pengguna pun diberikan kebebasan untuk memilih jenis gitar yang mereka inginkan. Mau model gitar klasik yang menggunakan senar nilon, gitar akustik dengan senar string, atau gitar listrik yang dilengkapi efek distorsi untuk lebih menggetarkan suasana.
Adapun dawai gitar digital dari aplikasi ini terdapat di bagian kanan layar yang tampilannya disesuaikan dengan jenis gitar yang dipilih. Misalnya, jika yang dipilih gitar akustik bersenar nilon, maka tampilan 'dawai' juga seperti gitar nilon sesungguhnya. Begitu pula dengan model gitar lainnya.
Lalu bagaimana cara penggunaannya? Ya, seperti biasa, tinggal goyangkan saja jemari Anda. Atau jika ingin memainkan lagu santai, lakukan dengan petikan.
Rhythm Guitar juga menyertakan fitur untuk memberikan pilihan tambahan mengenai cara pengocokan senar. Fitur khusus ini nantinya akan membuka tampilan seperti toots piano yang sejatinya untuk merepresentasikan senar-senar tersebut.
Jadi jika ada pengguna yang kesulitan untuk menggenjreng senar digital, maka dianjurkan untuk memilih modus settingan ini. Sebab dengan cara ini pengguna lebih mudah untuk menggenjreng senar ataupun memetiknya.
Keunggulan lainnya dari aplikasi ini adalah bisa terintegerasi dengan file lagu yang terdapat di library lagu iPad. Misalnya, di iPad tersebut terdapat lagu 'Yesterday' besutan The Beatles, maka kita bisa memainkan lagu tersebut sembari memainkan Rhythm Guitar.
Jika ingin lebih asyik lagi, tinggal cari lirik dan kunci lagunya (chord) di internet, sehingga semuanya bisa berkolaborasi. Lagu kesukaan diputar, sekaligus kita bisa coba memainkannya dengan melihat lirik dan kunci lagunya di Rhythm Guitar.
Singkat kata, aplikasi yang di iTunes dibanderol seharga USD 2,99 ini patut dijajal untuk merasakan sensasi baru bermain gitar di atas komputer tablet.
Namun untuk awal-awal, memang dirasakan sedikit kesulitan untuk memainkannya. Maklum saja, pegangan di gitar asli dan tablet PC jauh berbeda. Akan tetapi untuk kelengkapan fitur dan pilihan yang ditawarkan, aplikasi ini cukup menjanjikan.
sumber: detikinet
Aplikasi ini sendiri merupakan besutan PT. Global Dinamika Informatika. Dilihat sekilas, aplikasi ini memiliki sejumlah fitur yang bisa dioptimalkan pengguna untuk berkreasi memadupadankan kunci lagu.
Di bagian kiri layar terdapat tombol-tombol kunci lagu, volume hingga fitur untuk menyetel ketegangan senar gitar. Cara kerjanya hampir sama dengan gitar aslinya, stem senar bisa dilakukan dari akses ini. Mau distem lebih tinggi atau rendah.
Pengguna pun diberikan kebebasan untuk memilih jenis gitar yang mereka inginkan. Mau model gitar klasik yang menggunakan senar nilon, gitar akustik dengan senar string, atau gitar listrik yang dilengkapi efek distorsi untuk lebih menggetarkan suasana.
Adapun dawai gitar digital dari aplikasi ini terdapat di bagian kanan layar yang tampilannya disesuaikan dengan jenis gitar yang dipilih. Misalnya, jika yang dipilih gitar akustik bersenar nilon, maka tampilan 'dawai' juga seperti gitar nilon sesungguhnya. Begitu pula dengan model gitar lainnya.
Lalu bagaimana cara penggunaannya? Ya, seperti biasa, tinggal goyangkan saja jemari Anda. Atau jika ingin memainkan lagu santai, lakukan dengan petikan.
Rhythm Guitar juga menyertakan fitur untuk memberikan pilihan tambahan mengenai cara pengocokan senar. Fitur khusus ini nantinya akan membuka tampilan seperti toots piano yang sejatinya untuk merepresentasikan senar-senar tersebut.
Jadi jika ada pengguna yang kesulitan untuk menggenjreng senar digital, maka dianjurkan untuk memilih modus settingan ini. Sebab dengan cara ini pengguna lebih mudah untuk menggenjreng senar ataupun memetiknya.
Keunggulan lainnya dari aplikasi ini adalah bisa terintegerasi dengan file lagu yang terdapat di library lagu iPad. Misalnya, di iPad tersebut terdapat lagu 'Yesterday' besutan The Beatles, maka kita bisa memainkan lagu tersebut sembari memainkan Rhythm Guitar.
Jika ingin lebih asyik lagi, tinggal cari lirik dan kunci lagunya (chord) di internet, sehingga semuanya bisa berkolaborasi. Lagu kesukaan diputar, sekaligus kita bisa coba memainkannya dengan melihat lirik dan kunci lagunya di Rhythm Guitar.
Singkat kata, aplikasi yang di iTunes dibanderol seharga USD 2,99 ini patut dijajal untuk merasakan sensasi baru bermain gitar di atas komputer tablet.
Namun untuk awal-awal, memang dirasakan sedikit kesulitan untuk memainkannya. Maklum saja, pegangan di gitar asli dan tablet PC jauh berbeda. Akan tetapi untuk kelengkapan fitur dan pilihan yang ditawarkan, aplikasi ini cukup menjanjikan.
sumber: detikinet
27 Juli 2011
Dampak Blokir Situs Unduh Lagu Tak Signifikan
Mulai Rabu (27/7), Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) berencana menutup 20 situs unduh lagu. Namun di mata para ahli, hal ini dinilai tak akan memberi dampak signifikan. Mengapa?
Tindakan yang didukung DPR ini membawa kembali kabar duka bagi Telematika Indonesia. Pasalnya, Kemkominfo merencanakan memblokir ‘situs penyedia lagu illegal’. Pada dasarnya, hal ini bisa dimaklumi karena terdapat pihak yang dirugikan, yakni para stakeholder penggalang gerakan yang dinamakan Heal Our Music.
Stakeholder ini termasuk pencipta lagu, penyanyi, pembuat CD, produser, distributor, penjual kaset/CD dan lainnya. Tak aneh jika langkah ini menjadi harapan para profesional tersebut. Namun menurut penilaian pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat, dampak keuntungan bagi stakeholder tak akan signifikan, “Bahkan mungkin tak berpengaruh sama sekali,” ujarnya pada INILAH.COM (26/7).
Situs yang rencananya diblokir adalah, www.gudanglagu.com, www.gudanglagu.net, www.mp3sgratis.net, www.mp3lagu.com, www.warungmp3.com, www.pandumusica.info, www.musik-corner.com, www.mp3bos.com, www.mp34shared.com, www.musik-flazher.com, www.index-of-mp3.com, www.misshacker.com, www.trendmusik.com, www.abmp3.com, www.katalogmp3.info, www.mp3bear.com, www.mp3downloadlagu.com, www.freedownloadmp3.org, www.dewamp3.com, dan www.plasamusic.com.
Pria yang akrab disapa Abah ini mengaku, maraknya situs yang begitu mudah ‘menyediakan’ konten gratis ini sangat memprihatinkan namun menutup atau memblokir situs tersebut bukanlah solusi ‘pintar’ bagi negeri berkembang seperti Indonesia.
“Jika hasil rapat internal pejabat di Kemkominfo hanya menghasilkan menutup situs, hal ini tak ada bedanya dengan berpikir 10 detik saja, ibarat ada yang melanggar, tutup saja,” ungkapnya
Benarkah tindakan yang dilakukan Kemkominfo atau hanya pembenaran? Abah menilai, tak semua pemusik atau pencipta lagu ingin lagunya disebar gratis namun ada beberapa musisi, seperti NAIF, yang memiliki kiat bisnisnya sangat menarik, yakni membiarkan lagunya diunduh gratis dan mereka mencari revenue dari show atau konser.
Selain itu, makin tingginya mobilitas dan bagusnya perangkat pemutar MP3 membuat banyak orang mendengar lagu dari pemutar MP3 dibanding CD karena pemutar MP3 bisa memuat lebih banyak lagu. Seperti diketahui, pengguna ponsel di RI mencapai 180 juta dan 100 juta di antaranya menggunakan ponsel untuk memutar MP3 dan 50juta memanfaatkan fitur pemutar video dan akses internet.
“Artinya, setidaknya ada lebih dari 100 juta ponsel berpotensi digunakan untuk saling bertukar lagu,” paparnya. Meski 20 situs tersebut ditutup, Abah mengakui, masih banyak kesempatan pelaku penyebar konten menaruh data lagu di layanan situs peer-to-peer dan hal ini tak bisa dibendung. Bahkan dari situs popular semacam YouTube, terdapat fasilitas unduh konten dalam bentuk WAV, FLV, MP4, dan lainnya dengan kualitas rendah atau tinggi.
“Internet bak dunia tanpa negara, publik bisa mudah mengunggah lagu ke situs unduh dunia itu kemudian cukup memberi URL-nya pada rekan di Indonesia dan publik agar bisa terus dinikmati unduh lagu gratisnya,” lanjutnya. Namun Abah mengakui, hal ini merugikan bangsa, pasalnya bandwidth internasional terpakai hanya untuk hal semacam ini.
“Dampaknya, akses situs-situs ke luar negeri menjadi lebih lambat,” lanjutnya lagi. Tindakan Kemkominfo kali ini seolah menjadi kontra produktif pada potensi startup atau pemula pelaku bisnis Indonesia. “Padahal, menyediakan situs unduh ini menjadi salah satu langkah awal mereka memulai usahanya”.
Dari sana, bisa diketahui penyebab utama turunnya penjualan lagu bukan mutlak karena situs unduh lagu melainkan lebih karena fitur telematika yang kini makin memungkinkan hal tersebut terjadi. Jika dibandingkan unduh software, para pembuat software atau aplikasi bisa melakukan proteksi agar tak mudah disalin orang.
Bahkan, para pembuat software ini bisa membuat beberapa batasan agar penguna yang memanfaatkannya mendapat apa yang diinginkan sesuai yang ia bayar atau penggunaan bisa dibatasi dengan waktu, jumlah penguna dan lainnya. Menurut Abah, kendala yang dialami di antaranya, alat bayar transaksi online masih sangat rumit.
Selain itu, maraknya pembajakan membuat para peminat transaksi online trauma. “Jika bank bisa membuat fungsi saldo pembayaran online, publik bisa mengalokasikan sebagian dana ke saldo online tersebut. Jadi, jika nanti dana itu dibajak orang, setidaknya yang hilang maksimal sebatas saldo tersebut, bukan seluruh rekening”.
Menurutnya, selain menutup situs, terdapat beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, karena sejauh ini Kemkominfo belum sangat serius menindak pelaku pembajak konten dengan memberi efek jera. Kemkominfo bisa memulai darisini. “Hal ini bisa dilakukan agar pembajak tak lagi bisa berleha-leha merasa tak tersentuh hukum”.
Kedua, situs pengunduh tak perlu ditutup namun lebih ditertibkan agar hanya menayangkan konten yang tak dilarang penciptanya saja. Ketiga, pemerintah bisa memberi solusi alat bayar digital yang lebih mudah, lebih aman dan disosialisasikan dengan baik agar publik tak hanya menjadi lebih mudah berbelanja.
“Indonesia akan punya cara bayar alternatif yang lebih sederhana dan aman”. Menurutnya, jika publik Indonesia dimudahkan dalam bertransaksi, transaksi digital akan marak dan semua pihak diuntungkan.
sumber: inilah.com
Tindakan yang didukung DPR ini membawa kembali kabar duka bagi Telematika Indonesia. Pasalnya, Kemkominfo merencanakan memblokir ‘situs penyedia lagu illegal’. Pada dasarnya, hal ini bisa dimaklumi karena terdapat pihak yang dirugikan, yakni para stakeholder penggalang gerakan yang dinamakan Heal Our Music.
Stakeholder ini termasuk pencipta lagu, penyanyi, pembuat CD, produser, distributor, penjual kaset/CD dan lainnya. Tak aneh jika langkah ini menjadi harapan para profesional tersebut. Namun menurut penilaian pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat, dampak keuntungan bagi stakeholder tak akan signifikan, “Bahkan mungkin tak berpengaruh sama sekali,” ujarnya pada INILAH.COM (26/7).
Situs yang rencananya diblokir adalah, www.gudanglagu.com, www.gudanglagu.net, www.mp3sgratis.net, www.mp3lagu.com, www.warungmp3.com, www.pandumusica.info, www.musik-corner.com, www.mp3bos.com, www.mp34shared.com, www.musik-flazher.com, www.index-of-mp3.com, www.misshacker.com, www.trendmusik.com, www.abmp3.com, www.katalogmp3.info, www.mp3bear.com, www.mp3downloadlagu.com, www.freedownloadmp3.org, www.dewamp3.com, dan www.plasamusic.com.
Pria yang akrab disapa Abah ini mengaku, maraknya situs yang begitu mudah ‘menyediakan’ konten gratis ini sangat memprihatinkan namun menutup atau memblokir situs tersebut bukanlah solusi ‘pintar’ bagi negeri berkembang seperti Indonesia.
“Jika hasil rapat internal pejabat di Kemkominfo hanya menghasilkan menutup situs, hal ini tak ada bedanya dengan berpikir 10 detik saja, ibarat ada yang melanggar, tutup saja,” ungkapnya
Benarkah tindakan yang dilakukan Kemkominfo atau hanya pembenaran? Abah menilai, tak semua pemusik atau pencipta lagu ingin lagunya disebar gratis namun ada beberapa musisi, seperti NAIF, yang memiliki kiat bisnisnya sangat menarik, yakni membiarkan lagunya diunduh gratis dan mereka mencari revenue dari show atau konser.
Selain itu, makin tingginya mobilitas dan bagusnya perangkat pemutar MP3 membuat banyak orang mendengar lagu dari pemutar MP3 dibanding CD karena pemutar MP3 bisa memuat lebih banyak lagu. Seperti diketahui, pengguna ponsel di RI mencapai 180 juta dan 100 juta di antaranya menggunakan ponsel untuk memutar MP3 dan 50juta memanfaatkan fitur pemutar video dan akses internet.
“Artinya, setidaknya ada lebih dari 100 juta ponsel berpotensi digunakan untuk saling bertukar lagu,” paparnya. Meski 20 situs tersebut ditutup, Abah mengakui, masih banyak kesempatan pelaku penyebar konten menaruh data lagu di layanan situs peer-to-peer dan hal ini tak bisa dibendung. Bahkan dari situs popular semacam YouTube, terdapat fasilitas unduh konten dalam bentuk WAV, FLV, MP4, dan lainnya dengan kualitas rendah atau tinggi.
“Internet bak dunia tanpa negara, publik bisa mudah mengunggah lagu ke situs unduh dunia itu kemudian cukup memberi URL-nya pada rekan di Indonesia dan publik agar bisa terus dinikmati unduh lagu gratisnya,” lanjutnya. Namun Abah mengakui, hal ini merugikan bangsa, pasalnya bandwidth internasional terpakai hanya untuk hal semacam ini.
“Dampaknya, akses situs-situs ke luar negeri menjadi lebih lambat,” lanjutnya lagi. Tindakan Kemkominfo kali ini seolah menjadi kontra produktif pada potensi startup atau pemula pelaku bisnis Indonesia. “Padahal, menyediakan situs unduh ini menjadi salah satu langkah awal mereka memulai usahanya”.
Dari sana, bisa diketahui penyebab utama turunnya penjualan lagu bukan mutlak karena situs unduh lagu melainkan lebih karena fitur telematika yang kini makin memungkinkan hal tersebut terjadi. Jika dibandingkan unduh software, para pembuat software atau aplikasi bisa melakukan proteksi agar tak mudah disalin orang.
Bahkan, para pembuat software ini bisa membuat beberapa batasan agar penguna yang memanfaatkannya mendapat apa yang diinginkan sesuai yang ia bayar atau penggunaan bisa dibatasi dengan waktu, jumlah penguna dan lainnya. Menurut Abah, kendala yang dialami di antaranya, alat bayar transaksi online masih sangat rumit.
Selain itu, maraknya pembajakan membuat para peminat transaksi online trauma. “Jika bank bisa membuat fungsi saldo pembayaran online, publik bisa mengalokasikan sebagian dana ke saldo online tersebut. Jadi, jika nanti dana itu dibajak orang, setidaknya yang hilang maksimal sebatas saldo tersebut, bukan seluruh rekening”.
Menurutnya, selain menutup situs, terdapat beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, karena sejauh ini Kemkominfo belum sangat serius menindak pelaku pembajak konten dengan memberi efek jera. Kemkominfo bisa memulai darisini. “Hal ini bisa dilakukan agar pembajak tak lagi bisa berleha-leha merasa tak tersentuh hukum”.
Kedua, situs pengunduh tak perlu ditutup namun lebih ditertibkan agar hanya menayangkan konten yang tak dilarang penciptanya saja. Ketiga, pemerintah bisa memberi solusi alat bayar digital yang lebih mudah, lebih aman dan disosialisasikan dengan baik agar publik tak hanya menjadi lebih mudah berbelanja.
“Indonesia akan punya cara bayar alternatif yang lebih sederhana dan aman”. Menurutnya, jika publik Indonesia dimudahkan dalam bertransaksi, transaksi digital akan marak dan semua pihak diuntungkan.
sumber: inilah.com
22 Juli 2011
Straight Spittin, Battle dengan Rapper Seluruh Dunia
Anda pecinta Hip Hop, khususnya battle rap? Daripada Anda hanya duduk dan bermimpi menjadi bintang rap, kenapa tidak mencoba mewujudkannya dengan aplikasi ini? Straight Spittin, sebuah aplikasi battle rap untuk Android yang cukup menarik untuk semua rapper, di seluruh dunia.
Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk streaming forum dengan pengguna lain dan memberikan komentar pada apa yang mereka katakan. Anda bisa menggunakan standars beats yang tersedia atau membelinya dari berbagai producer. Anda juga dapat berlatih dengan berbagai macam beat yang Anda miliki melalui Rehearse Mode, yang juga memungkinkan Anda untuk merekam karya pada saat yang sama dan mendengarkan setelahnya.
Yang menarik dari aplikasi ini tentu saja Battle Mode. Anda dapat menantang siapapun untuk battle di mana saja dan kapan saja. Yup, head to head dengan pengguna di seluruh dunia! Jika mereka sedang offline, Anda dapat meninggalkan pesan agar mereka bisa bergabung lain waktu. Pengguna dapat memberikan vote mereka untuk menentukan battle terbaik dan pemenang dari battle tersebut. Anda juga dapat mendengarkan latihan dengan replay section.
Straight Spittin Trial bisa Anda dapatkan secara gratis di Android Market. Karena ini adalah aplikasi cross platform, Straight Spittin juga tersedia di Ovi Store untuk Nokia dan BlackBerry. Wow.. semakin banyak kesempatan untuk ?bertarung? dengan rapper di seluruh dunia, bukan? So.. sudah siap untuk sebuah revolusi Hip Hop?
sumber: gopego
11 Mei 2011
Bermain Drum dengan Stik Sungguhan di iPad
GarageBand sepertinya adalah aplikasi yang harus dicoba oleh setiap pengguna iPad. Terlepas dari apakah Anda berbakat dalam musik, tapi setidaknya Anda pernah mencoba sebuah aplikasi luar biasa yang dirancang dan dibangun untuk layar sentuh.
Berterima kasihlah pada orang-orang yang telah menciptakan aplikasi cemerlang ini. Mereka memungkinkan Anda untuk bermain drum dan gitar dengan stik dan pick sungguhan di iPad. Wow.. bagaimana caranya? Orang-orang jenius ini membuat stik drum dan pick gitar dari karet manufaktur untuk GarageBand di iPad. Alat-alat tersebut telah dirancang untuk bekerja pada touchscreen iPad dengan menerapkan tips karet electro-conductive. Jangan khawatir, Anda tetap bisa bermain tanpa menghancurkan layar iPad Anda.
Para desainer dari Pix dan Stix menjalankan pendanaan Kickstarter-esque, di mana mereka menjual sepasang stik drum dan pick gitar seharga $ 14,95 dalam rangka mencapai tujuan pendanaan sekitar $ 8000. Pada tahap ini mereka akan menjual stik drum dengan tiga pilihan warna, yaitu hitam metalik, biru, dan emas, walaupun mereka mengatakan bahwa warna-warna ini dapat berubah.
Jika Anda ingat Wallee, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan iPad tahun lalu, proyek Pix & Stix ini berasal dari orang-orang yang sama. Tertarik untuk membantu mereka mengumpulkan dana dari proyek terbaru dan mendapatkan pick gitar serta stick drum? Anda bisa langsung menuju ke website http://www.pixandstix.com/
sumber: gopego.com
Berterima kasihlah pada orang-orang yang telah menciptakan aplikasi cemerlang ini. Mereka memungkinkan Anda untuk bermain drum dan gitar dengan stik dan pick sungguhan di iPad. Wow.. bagaimana caranya? Orang-orang jenius ini membuat stik drum dan pick gitar dari karet manufaktur untuk GarageBand di iPad. Alat-alat tersebut telah dirancang untuk bekerja pada touchscreen iPad dengan menerapkan tips karet electro-conductive. Jangan khawatir, Anda tetap bisa bermain tanpa menghancurkan layar iPad Anda.
Para desainer dari Pix dan Stix menjalankan pendanaan Kickstarter-esque, di mana mereka menjual sepasang stik drum dan pick gitar seharga $ 14,95 dalam rangka mencapai tujuan pendanaan sekitar $ 8000. Pada tahap ini mereka akan menjual stik drum dengan tiga pilihan warna, yaitu hitam metalik, biru, dan emas, walaupun mereka mengatakan bahwa warna-warna ini dapat berubah.
Jika Anda ingat Wallee, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan iPad tahun lalu, proyek Pix & Stix ini berasal dari orang-orang yang sama. Tertarik untuk membantu mereka mengumpulkan dana dari proyek terbaru dan mendapatkan pick gitar serta stick drum? Anda bisa langsung menuju ke website http://www.pixandstix.com/
sumber: gopego.com
Langganan:
Postingan (Atom)







