13 Juli 2011

Memilih Tablet Terbaik - iPad, PlayBook, TouchPad atau Android?

Pada awal 2010, pengguna tablet tidak sebanyak saat ini. Bahkan, bisa disebut tidak ada. Meski Microsoft telah memiliki tablet PC selama hampir satu dekade sebelumnya, namun tablet buatan Microsoft itu cukup berat, baterai yang relatif singkat dan mengalami masalah pada OS desktop yang tidak dioptimalkan untuk penggunaan di mobile tablet.

Kemudian pada April 2010, Apple-lah yang membuka dunia tablet dengan meluncurkan iPad 1. Apple meraih keuntungan besar dengan tablet pertama miliknya itu. Sejak itu pula banyak perusahaan yang kemudian berlomba-lomba mengikuti sukses Apple dengan turut memproduksi tablet.

Sekarang ini Anda bisa menemukan berbagai macam tablet yang akan memenuhi kebutuhan Anda dalam mobile computing. Dari sekian banyak yang beredar di pasaran itu, manakah yang paling sesuai dan sebaiknya Anda pilih? Di artikel ini Gopego akan membantu Anda menemukan tablet terbaik untuk Anda.

1. Apple iPad: yang pertama dan terbaik


Label sebagai ‘tablet pertama’ harus diakui sebagai salah satu keistimewaan iPad. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi iPad karena ketika seseorang memikirkan akan membeli sebuah tablet, maka yang muncul di benaknya adalah iPad. Setidaknya itu yang terjadi tahun lalu saat Android tablet belum meraja lela seperti sekarang.

Apple telah memiliki iPhone sejak 2007 dan itu merupakan bentuk pelatihan yang baik sebelum seseorang menggunakan iPad. Jika Anda telah bisa mengoperasikan iPhone dan iPod, maka tidak akan mengalami kesulitan dengan iPad. Selain itu iPad juga didukung oleh Apple App Store sehingga aplikasi apapun yang Anda butuhkan pasti ada di sana. iPad juga telah lama memberikan dukungan terluas dengan menyediakan banyak pilihan media. Sebagai contoh, iTunes memiliki dukungan untuk label musik juga konten film dan televisi.

Jika Anda menginginkan tablet dengan layar lebar tapi tetap ringan dan menawarkan kecanggihan juga dukungan aplikasi lengkap, maka iPad ada dalam daftar teratas yang harus Anda perhatikan. Namun jika Anda lebih memilih tablet kecil, memerlukan dukungan Adobe Flash atau ingin kustomisasi pengaturan dengan cara mengutak-atik tablet, maka bukan iPad jawabnya.

iPad (+): Dukungan aplikasi lengkap, media dan aksesoris, solid user experience; stabilitas menyeluruh; performa memuaskan.
iPad (-): Tidak punya sejumlah fitur penting yang banyak diinginkan user: (1) widgets; (2) notifikasi yang sering ‘mengganggu; (3) kustomisasi pada options.

2. BlackBerry PlayBook: jagonya Flash tapi mana email-nya?


Research In Motion (RIM) mengambil langkah berani dengan tidak menggunakan BlackBerry OS pada tablet pertama mereka; BlackBerry PlayBook. BlackBerry OS memang tidak berkembang dan tidak mampu bersaing dengan mobile OS lain seperti iOS dan Android. Dan RIM telah membuat keputusan tepat dengan tidak memakainya pada PlayBook.

Dengan OS QNX, tablet 7 inci tersebut membawa banyak fitur yang luar biasa seperti multitasking dan Flash support. Browser juga mampu bekerja cepat, demikian halnya dengan speaker dan gestures.

Namun perlu diketahui third-party apps untuk PlayBook sangat sulit ditemukan dan terkesan lambat untuk bergabung dengan RIM. Hal itulah yang menjadi sebab utama kenapa BlackBerry PlayBook mengalami pergerakan penjualan seperti siput. Itu karena user menjadi bosan dengan aplikasi bawaan dan sulit sekali mendapatkan aplikasi lain untuk PlayBook.

Yang kedua adalah kekurangan PlayBook dalam hal email. PlayBoook dirilis tanpa native email client, sehingga untuk kebutuhan email Anda harus mengaksesnya dari browser. Memang hal itu bisa bekerja baik tapi tiap kali ingin mengecek email, Anda harus membuka browser dan melakukan refresh :(. Tapi jika Anda juga memiliki ponsel Blackberry yang kompatibel, PlayBook bisa akses email melalui bridge mode.

PlayBook (+): multitasking sempurna, Flash support, security terjamin.
PlayBook (-): aplikasi sedikit sekali, tidak ada native email.

3. HP TouchPad: sangat menjanjikan jika Anda mau bersabar menanti aplikasi



Dengan menggunakan webOS platform, HP TouchPad merupakan terobosan baru di pasar tablet. Bentuknya sangat mirip iPad dengan ukuran display sama, 9.7 inci. Namun pastinya akan menjadi pengalaman baru karena user interface-nya belum sepopuler iOS atau Android.

Secara garis besar, TouchPad sama dengan BlackBerry PlayBook: kurang dukungan aplikasi. Namun Anda akan sangat puas dengan performa browsing. Pengaturan email juga sangat bagus meski masih sedikit di bawah Google. Multitasking sangat sempurna seperti pada PlayBook. Kelebihan lain adalah adanya Synergy; yang menyatukan contact information dari berbagai sumber dan sebuah sistem Messaging yang solid yang mampu mengintegrasikan Skype video, Google Talk dan platforms lain dalam sebuah aplikasi tunggal. Notification system dalam webOS bisa disebut yang terbaik dibanding OS lain dengan dilengkapi sliding pane unik untuk menampilkan email.

TouchPad (+): Bisa disebut sebagai pemilik multitasking dan notifikasi terbaik, opsi untuk wireless charging.
TouchPad (-): sangat baru dan merupakan pilot project sehingga perbaikan masih terus dilakukan, memiliki sedikit sekali aplikasi, kurangnya pilihan media.

4. Google Android tablets: banyak pilihan tidak selalu baik


foto: Galaxy Tab 10.1 inci

Android tablet bukan cuma satu. Dengan memberikan ijin pada produsen hardware untuk memakai OS Android maka saat ini Anda bisa melihat ada Android tablet 7 inci, 8.9 inci, 10 inci, bahkan ada pula yang dilengkapi kamera 3D. Ada juga yang dilengkapi dock untuk USB ports, memory card slots dan full keyboard support. Produsen seperti Samsung, HTC, Motorola bahkan OEM seperti Huawei dan ZTE juga mengeluarkan Android tablet.

Meskipun Honeycomb adalah platform tablet pertama dari Google namun bukan berarti itu adalah platform yang paling sempurna untuk tablet. Faktanya masih ada saja masalah stabilitas seperti crash atau aplikasi yang tidak kompatibel.

Namun dengan Android 3.1 masalah stabilitas telah cukup berkurang dan nanti dengan adanya Android 3.2 dikatakan akan mampu mengatasi masalah dengan aplikasi. Untuk beberapa alasan, developer aplikasi sepertinya tidak terburu-buru membuat aplikasi untuk Honeycomb. Alasannya sederhana: saat rilisnya pertama kali melaui Motorola Xoom (Feb 2011), Honeycomb terkesan terlalu dipaksakan dan belum sepenuhnya siap rilis.


foto: Motorola Xoom

Namun jika Anda terbiasa menggunakan Gmail, Google Talk video calling dan Google Maps, maka semua aplikasi itu bisa dijalankan dengan sempurna di Android tablet. Layanan baru seperti Google Music dan Google Videos untuk menyewa dan streaming film juga sangat menjanjikan. Multitasking di Android juga sangat efektif.

Android (+): Integrasi dengan semua layanan Google, banyak pilihan baik dari segi hardware, merek, ukuran display dan harga.
Android (-): Stabilitas adalah masalah utama, layanan media sangat terbatas namun saat ini masih dalam pengembangan.

Secara garis besar ada empat pilihan tablet yang bisa Anda pilih. Well, semoga penjelasan Gopego di atas bisa membantu Anda memilih tablet yang paling tepat :)

sumber: gopego.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar